[Freelance] This Love – 1

Title : “this love” *judul ga nyambung ama isi !!

Length : 1/3

Genre : straight, romance, angst, kekerasan

Rate : PG 14 untuk kata-kata, NC 17 untuk beberapa adegan *padahal author baru 14th

Author : laila mustika pertiwi

Cast :

–       G-Dragon as kwon jiyong

–       TOP as choi seung hyun

–       Shim chanmi *anggaplah diri sendiri

Annyeoooong !!!!

Huuuuhhh !! makasih buat respon kalian smua di ffku yang kmaren (my lovely seungri) mian ga ada komen yang dibales. Karna bingung mau bales apa *plaaakkkk

Okayy,, mianhe kalo disini ga hot ncnya, ato kata-katanya kasar *kan udah ada tuh ratenya* karna saya lagi emosi pas bikin ini..

Itadakimasu !!!!!

***

Chanmi POV

Dijodohkan?

Hari gini masih ada yang namanya perjodohan?

Sadarlah bahwa sekarang jamannya kebebasan!! Orang-orang bebas memilih jalan hidupnya sendiri, tanpa dibantu orang lain—kecuali untuk hal mendadak yang menyakitkan.

Dan inilah, aku dijadikan siti nurbaya di jaman ini.

Keluargaku tidak mempunyai masalah ekonomi yang mendorong mereka untuk menyuruhku menikah di usia dini.

Ayahku seorang CEO perusahaan yang tidak terlalu terkenal, tapi masih dikenal orang.

Ibuku, entah dimana ia berada. Aku tidak tahu kemana dia pergi setelah aku mendapat hukuman dari guru TK-ku.

Kakakku, shim changmin, seorang member boyband terkenal DONG BANG SHIN KI.

Dan namjachingu-ku, Choi seung hyun, seorang member boyband terkenal BIGBANG.

Apalagi yang mau dijadikan alasan?

“kenapa harus dengannya? Memangnya kenapa tidak seung hyun saja? Kan ia sama-sama bigbang!” aku bersikeras.

“aku tidak suka kau dengannya!” jawab appa dengan nada keras.

“tapi appa lihat kan, hubungan kami yang sudah dirajut 5 tahun ini?” aku berusaha meyakinkan appa-ku untuk menikahkanku dengan seung hyun saja. Toh seung hyun dan jiyong berasal dari grup yang sama, dan bekerja sama.

“mi-ah, tolong appa!!”

Aku menggeleng. “memangnya kita kekurangan apa? Rumah ada, tanah ada, saham punya, makan masih bisa tiga kali sehari, apa lagi?”

“aku tidak membutuhkan uangnya, mi-ah..” appa mendekatiku. “aku hanya ingin dia menjadi suamimu nantinya..”

“tapi—“

“tidak ada tapi-tapian! Kami sudah mengaturnya..”

“oh appa!!” aku mengacak rambutku geram. “tapi kenapa—apa harus aku menikah muda?”

Appa tersenyum. “kau hanya perlu menikah. Kau ingin aku bahagia, kan?”

Aku mengangguk. Aku ingin kau bahagia, appa. Tapi bukan dengan cara ini..

Aku yakin ini salah satu rencana bodoh dari lelaki brengsek itu!

Jiyong sudah menyukaiku dari awal bertemu, tapi dia menyatakannya dengan cara yang terlihat dan tercium. So stupid!

***

Sekarang rumahku kedatangan tamu ‘istimewa’ dari keluarga kwon. Ya, calon ‘suami’-ku disini. Ohh apa yang harus aku lakukan? Menjabat tangannya, tersenyum, menyebutkan nama, dan melakukan sedikit pendekatan? That’s nightmare for me!!

“kalian cocok sekali!” kata mr kwon, sok tahu.

Cocok katanya? Dilihat darimana? Orang aku sudah menganggapnya sebagai musuh bebuyutan.

“dilihat dari kacamata orangtua, kalian terlihat cocok.” Tambah ayahku.

Aku menatap lelaki brengsek di depanku dengan sinis.

Tatapan kami saling bertemu, dan dunia serasa berhenti.

Matanya seolah mengisyaratkan bahwa dia berhasil mengelabuhiku.

Tapi tidak. Shim chan mi, tidak bisa dikalahkan oleh siapapun! Terutama pria brengsek yang satu itu!

“bagaimana? Kapan mereka akan menikah?” tanya ayahku semangat.

Appa, kaulah harapanku sekarang! Kenapa kau malah membela yang salah? Itu egois!! Kalian egois!!!

“umm.. tiga bulan lagi?” usul mrs kwon.

“ani! Terlalu lama!” kata mr kwon. “sebulan lagi?”

“ANDWAEEEEE~!!!” teriakku spontan.

Lebih baik tiga bulan tadi. Tapi..

“ok. 2 minggu lagi. Kalian setuju?” tanya mr kwon.

***

Ditetapkan dua minggu!!

Tuhan, kenapa kau memberikan cobaan yang begitu berat padaku?

Aku terus mengurung diri di kamarku. Mencoba mengenyahkan semua pikiran gila tentang aku dan jiyong yang akan menjadi sepasang suami istri dua minggu ini. Bagaimana caraku untuk memberitahu pada seung hyun oppa?

“keluar kalau kau bukan penakut!” jiyong berteriak dari luar kamarku.

Damn!! Anak itu benar-benar membuatku muak. Aku langsung berjalan ke depan pintu untuk meladeninya. Mungkin dengan itu dia akan diam dan tidak menggangguku.

“puas kau menggunakan cara ini?” tanyaku langsung.

Jiyong tersenyum, senyum yang menakutkan untukku. “inilah satu-satunya cara untuk membuktikan satu fakta kepadamu, shim chanmi!”

“KATAKAN! Jangan kau pendam sendiri, pabo!!” semburku langsung. “oh ya, orang yang tidak berani berkata adalah orang yang penakut kan? Ckckck..”

Aku tersenyum sinis dan berjalan melewati depan wajahnya. Dia tidak menampilkan ekspresi apapun selain datar, datar dan datar. Dengan sekali hentakan ia mampu membuat langkahku berhenti.

“stop disitu!”

“ada apa?” aku membalikkan badan. Semoga saja dia mau mengatakan yang terjadi.

“mau kemana?” jiyong tidak membalikkan badannya, sesenti pun!!

“apa penting aku mengatakan kemana aku akan pergi?”

“yeah..” jiyong membalikkan badan. “because I’m your husband!”

“itu 2 minggu lagi, jiyong-ah..” aku tersenyum dingin sekaligus kesal. “dan aku akan tetap mencintainya!”

“lihat saja, kau akan menyesal mencintainya!”

***

Aku berjalan menuruni tangga. Ingin rasanya aku merasakan kebebasan, tanpa melihat adanya bahaya—seperti jiyong sialan itu!

“mau kemana?” tanya mrs kwon—dia juga salah satu bahaya besarku saat ini.

Aku tersenyum manis padanya. “ke—toko buku! Ya toko buku. Ada yang harus kubeli.”

“kenapa tidak bersama jiyong?” tanya appa. “pendekatan!!”

Aku membungkukkan badan. Tidak mempedulikan ucapan ayahku yang benar-benar kejam. Dan aku langsung keluar.

***

“ada apa?”

Sepertinya tujuanku kesini tidak terlalu benar—walaupun masih ada benarnya.

Aku berada di apartement yang dimiliki seung hyun oppa. Inilah pelarianku kalau aku sedang ada masalah. Dan seung hyun oppa selalu tahu, pasti aku punya masalah!

“mungkin aku bisa bantu masalahmu! Kau ada masalah dengan teman kampusmu? Ceritalah!”

Aku menggelengkan kepala keras-keras. “tidak! Aku hanya ingin bersantai saja. Tidak apa kan?”

Seung hyun oppa menggelengkan kepalanya. Wajahnya lebih cute kalau dia sedang begitu. Yeah, mungkin hanya penilaianku saja karena dari luar wajahnya terlihat lebih ‘garang’

“apa jiyong mengejarmu lagi?”

Tepat!!

Ya itulah yang sedang kualami!

“ne..” jawabku sekenanya.

“tenanglah..” seung hyun oppa membawaku ke pelukannya. “oppa-mu ini akan selalu menjagamu.”

Sebenarnya aku ragu memanggilnya ‘oppa’, karena itu adalah panggilan yang sering dipakai anak perempuan yang berumur dibawahnya. Dan sudah banyak orang yang memanggilnya seperti itu. Aku kan ingin memanggilnya dengan sebutan lain walaupun nickname dariku tidak pernah bagus dimatanya.

Dia lebih tua 4 tahun dariku, jadi aku harus memanggilnya oppa, karena menurutnya aku belum pantas menggunakan kata ‘honey’, ‘baby’ atau ‘chagi’

“apalagi yang dia perbuat?” tanyanya.

Apa harus aku bilang kalau dia mengusulkan menikahkanku dengannya? Ani!! Aku tidak mau menyakiti perasaannya sekarang.

“yeah, seperti sebelumnya.” Jawabku sekenanya.

Seung hyun oppa mengelus kepalaku lembut. Sesekali ia mengecup pucuk kepalaku dan merasakan harum shampoo-ku.

“oppa,” panggilku.

“hmm?”

“boleh aku menginap disini?”

Aku mengangkat kepalaku, sampai pandangan kami bertemu. Dia tersenyum penuh perhatian padaku. Ck, kujamin wajahku sudah memerah karenanya. Mr choi, when will we be one?

CHU~

Kecupan singkat, tapi berhasil membuatku tidak berkedip. K-kenapa ia seperti mengisyaratkan untuk lebih? Apa ini hanya imajinasiku saja?

“AAAAAARRRGGGHHH~~ TURUNKAN AKU!!!”

Aku memberontak dalam gendongannya. Ia menggendongku seperti menggendong anak perempuan yang masih balita dengan tiba-tiba. God, will we together forever?

“tidurlah, adik kecilku..” seung hyun oppa membaringkanku di atas kasur.

“padahal aku menganggapmu lebih!!”

“yeah, kau masih kecil untuk kujadikan istri. Jadi, nanti kita pikirkan ya, baby~”

Seung hyun oppa menaikkan selimut sampai ke kepalaku.

“ya!! Kau kira aku mati, hah?” aku menjitak kepalanya keras.

“ya!! Anak kecil tidak boleh asal pukul saja!”

“aku sudah besar, babo!!”

“ehh sudah berani ya?! Sini!!”

Seung hyun oppa berusaha menangkapku di kasur. Aku terus menggeliat di kasur untuk menghindarinya. Aku akan selalu tersenyum jika dia gagal mendapatkanku.

DUGG!!

APPO~~!!

Kepalaku terpentok lemari kecil yang ada di kamar itu. Aku mengelus kepalaku yang sakit, sedangkan lelaki babo—seung hyun oppa—itu menertawaiku sampai bergulingan di lantai *lebeh deh mang ocoi (?)

“makannya, sini..” seung hyun oppa memindahkan (?) kepalaku ke atas bantal yang empuk. Ia mengusap kepalaku lembut. “tidurlah. Aku tidak akan mengganggumu. Nanti kuantar ke rumah.”

Chu~

“goodnight baby~”

***

Aku bangun telat keesokkan harinya. Pasti si pabo itu lupa membangunkanku! Membangunkan dirinya sendiri aja susah, apalagi ditambah orang lain. Ckckck..

Aku bangun dari tempat tidur dan berjalan terseok ke arah dapur. Aroma masakan menggelitik hidungku. Sejak kapan seung hyun bisa masak? Waktu taruhan dengan seungri saja kalah! Padahal hanya ramen. Aku harus jadi istri yang bisa masak kalau dengannya nanti.

“say hello to the world!”

Aku membuka mataku lebar-lebar. Mencoba mencerna yang terjadi. S-sejak kapan makhluk itu ada disini? Kenapa dia bisa tahu?

“seung hyun hyung sedang ada urusan mendadak dengan orangtuanya. Makanya dia pergi duluan dan menyuruhku menjagamu!”

Gojitmal!!

Gojitmal!!

Mana mungkin oppa tega menggantikannya dengan jiyong?? Dia memang bisa masak, tapi taeyang oppa masih bisa kan? Atau daesung oppa saja yang sangat baik padaku. Kenapa harus orang licik sepertinya yang dijadikan pengganti?

“kau kaget kan?” jiyong menaruh lauk pauk ke meja. Aku tetap mematung di tempatku berdiri.

“duduklah!!” jiyong menyuruhku duduk, sedangkan dia masih sibuk dengan masakannya yang masih ada di panci.

Aku tetap diam di tempat. Yeah, nafsu makanku langsung hilang saat melihatnya. Entah kenapa aku benar-benar mual sekarang melihatnya.

“heuhhh.. sudah selesai!” jiyong menjatuhkan diri di tempat duduk meja makan. “yogi!!”

Aku membalikkan badan dan kembali ke kamar tempatku tidur tadi. Aku langsung menguncinya, takut terjadi apa-apa dengan diriku kalau orang itu melakukan hal yang diluar batas. Aku mencari ponselku. Lalu menghubungi orang yang menjadi speed dial no.2-ku.

“ne baby?”

Mendengar suaranya benar-benar membuatku ingin memakinya dengan kata-kata keji. Tapi lidahku terasa kelu. Aku tidak bisa menggerakannya, dan malah mengeluarkan air mata.

TUT~

Aku langsung memutus hubungan telepon itu dengan paksa dan melemparkan benda kotak ber-flap itu.

Oppa nappa!!!!

 

***

Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat.

Lusa adalah hari pernikahanku dengan si brengsek itu!

Aku semakin murung, sedangkan jiyong selalu tersenyum manis kepadaku.

Appa menjadi tambah sibuk karena menelpon kenalan-kenalannya untuk datang ke pesta pernikahanku lusa.

Changmin oppa pulang dan langsung tersenyum mengejek padaku.

Tuhan, apakah aku dijadikan siti nurbaya versi korea kali ini??

***

Hari ini aku sendirian di rumah.

Tidak ada orang lain selain aku di rumah ini.

Bahkan pembantuku pun tidak ada.

Tapi dugaanku salah. Ada satu pengganggu yang masuk ke rumah ini tanpa izin. Baginya ia sudah mendapat lampu hijau. Tapi sebenarnya, dia masih harus belajar dari lampu merah.

“jagiya~ kau jadi milikku sekarang nak!! Hahaha..” tawa liciknya membahana di rumah besarku yang bergaya belanda klasik.

Jiyong duduk di sebelahku yang sedang membaca majalah impor dari amerika. Ia tersenyum licik sambil mengalungkan tangannya di leherku. Bagaimana bisa tuhan menciptakan orang selicik dia?

“kau mau bulan madu kemana nanti? Ke hawai? Atau vancouver? Umm.. mungkin di berlin, atau ke belanda, amsterdam? Ohh aku tahu! Yokohama? Terlalu dekat ya? Hongaria? Oh budapest kota yang menurutmu sangat indah. Atau kau mau yang lebih romantis di paris? Oh menikmati pantai kaledonia dan—“

“CUKUP!!” teriakku yang sudah tidak tahan dengan ocehan bawelnya tentang tempat bulan madu. Aku dan seung hyun oppa yang sudah 5 tahun berhubungan saja masih siap untuk menunggu sampai aku cukup matang.

Aku berdiri untuk menghindari tatapan sinisnya itu.

Aku berjalan dengan cepat ke tangga dan kembali ke kamarku.

Author POV

“mau kemana, jagiya??” jiyong menghentikan langkah chanmi dengan memeluknya dari belakang. “kita nikmati hari ini berdua, ya?”

Chanmi memberontak. “ANI!! APA KAU BENAR MANUSIA?”

Jiyong meraba-raba bagian depan tubuh chanmi. Setiap inci ia pegang dan rasakan sensasinya. Dan dua buah gunung yang ada di dada chanmipun menjadi incaran jiyong. Ia meremas-remas dengan gemas sambil terus mengendus leher putih jenjang chanmi.

“EUMMMHHH~~ LEPASSSSS!!!”

“nikmati jagi~ inilah malam pertama kita nanti!”

Jiyong mengangkat chanmi ke sofa. Ia mendorong penyangga punggung sofa itu ke belakang agar bisa bergerilya mengerjai tubuh calon istrinya.

“hhmmmppphhh.. hmmmppphhhh..”

Chanmi terus memberontak saat bibirnya dikuasai jiyong. Ia terus mengatupkan dua bibirnya, padahal lidah jiyong sudah tidak sabar untuk menyicipi bagian dalam rongga mulut calon istrinya.

Jiyong tidak kehabisan akal. Ia meremas buah dada chanmi lagi dan berhasil! Jiyong langsung mengabsen semua yang ada di rongga mulut chanmi.

BRUUUUKKKK!!!

Chanmi berhasil melepaskan diri dari death kiss tadi. Ia mengelap bibirnya yang penuh dengan saliva calon ‘suami’-nya dan meludah-ludahkan salivanya yang bercampur dengan milik jiyong tepat ke wajah jiyong.

Jiyong tersenyum penuh kemenangan melihat korbannya menerima perlakuannya—walaupun dengan penuh keterpaksaan. Jiyong terus menjilati bibirnya yang basah terkena gabungan saliva yang sangat manis.

“now, this time fo sho!!”

Jiyong mencoba membuka kaus yang dipakai chanmi dengan paksa.

“tidak semudah itu!!” chanmi melindungi bagian atasnya dengan kedua tangannya.

“okay..” jiyong mengambil sesuatu dari dalam saku celananya.

“m-mau apa kau?” tanya chanmi bergidik, melihat gunting yang dipegang oleh jiyong.

Tanpa menunggu apapun, jiyong langsung menggunting kaus merah yang dipakai chanmi. Lalu melepasnya dengan paksa. Ia menjilat bibirnya sendiri karena disuguhi pemandangan indah dari makhluk bernama wanita.

“andwaeee!!!!” suara chanmi serak. Ia menangis.

Jiyong mendekatkan guntingnya ke dada chanmi, yang memisahkan dua gunung itu. Ia hendak memotong kain yang membatasi dua gunung kembar itu.

“KEUMANHAE!!!”

Seseorang langsung masuk ke dalam tanpa izin. Ia langsung menarik kerah belakang jiyong ke belakang dan membiarkannya membentur meja. Orang itu langsung melepas jaketnya dan memakaikannya pada chanmi.

“uljima, naega yogi-eun..” bisiknya. Lalu mengangkat chanmi ala bridal style ke dalam mobilnya.

***

Chanmi POV

Aku terus menangis di dalam mobil seung hyun oppa. Dia mencoba menenangkanku, dengan pelukan, ciuman kecil, dan leluconnya. Tapi ini semua tidak ada artinya! Aku terus menangis dalam pelukannya.

Untung dia tidak bisa mengendarai mobil. Jadi dia bisa menemaniku di belakang. Sedangkan yang menyetir adalah supir pribadi seung hyun oppa.

“baby, menangislah sampai kau puas. Tapi jangan tampakkan air mata itu besok!” ia membelai wajahku.

Bagaimana bisa aku menangis hanya satu hari? Sedangkan si brengsek itu hampir saja merebut keperawananku! Bagaimana aku bisa tenang?

“kau—tidak apa-apa kan?”

Aku menggeleng lemah.

“kau perlu istirahat.”

Yeah, you right oppa!

Aku beruntung masih mempunyainya di dunia ini

Aku berutang budi banyak padanya

Kadang aku berfikir, bagaimana bisa Tuhan menciptakan dua makhluk berbeda seperti jiyong dan seung hyun? Padahal mereka dilahirkan sebagai kertas putih polos, yang akan tergores tinta cerita dan membuat mereka berbeda.

Yeah, aku bodoh!!

***

“ini, makan!”

Aku memandanginya. Caranya berjalan sambil membawa nampan berisi bubur, minuman dan obat, caranya memandangiku padahal ia harus memperhatikan jalan supaya tidak bertabrakan dengan tembok, caranya tersenyum padaku walaupun harus kubalas senyum kecil.

“jangan paksakan senyum kalau kau tidak mau!” katanya. “itu menyakitkan! Sungguh!”

Kali ini aku bisa tersenyum seperti biasa. Tapi seung hyun oppa malah memeriksa keningku. Memangnya aku baru gila jadi diperiksa suhu tubuhnya?

“mau tahu berapa suhumu kemarin?” tanyanya, dan hanya kubalas dengan anggukan kecil. “40 derajat!”

Separah itukah shock-ku sampai aku demam?

Tapi malaikatku ini tetap menjagaku.

“buka mulutmu!” ia menyodorkan sesendok bubur.

“apa ini kau yang masak?”

Seung hyun oppa menatapku frustasi. “memang kalau aku yang masak kenapa? Kau tidak mau makan, gitu?”

“ya.. bukan gitu!!” aku frustasi duluan untuk melawannya. “umm—“

“tenang saja. Aku beli tadi. Aku juga tidak mau memasak untukmu! Yang ada kau mati di tanganku. Lalu, kapan kita menikah?”

Aku tersenyum pahit. Kita tidak akan menikah, oppa~ Kalau si brengsek itu sudah merencanakan, tidak ada yang tidak berhasil!

“hei!! Jangan melamun! Cepat buka mulutmu..!”

Aku tersenyum penuh arti padanya. Lalu membuka mulutku dan ia memasukkan sesendok bubur itu ke mulutku. Hangat~ pas sekali dengan suasanaku yang sedang kelam.

Setelah selesai makan, seung hyun menyuruhku meminum obat. Tapi bukan chanmi kalau suka obat! Obat yang rasa buah-buahan saja orang harus mengejarku untuk menyuruhku meminumnya. Apalagi ini obat pahit. Yang ada aku langsung bunuh diri.

“kalau kau tidak meminumnya, okay. Kau tidak menghargaiku sebagai penyelamatmu, chanmi!”

Benar-benar orang ini pintar menghipnotis! Aku langsung mengangguk saja ketika dia selesai mengatakannya. Diapun langsung tersenyum senang dan menggerus obat dan mencampurkannya dengan air.

“aku tahu kau tidak bisa menelan obat ini sekaligus. Jadi harus kugerus.” Seung hyun oppa terus mendumel selama menggerus puluhan obat warna warni yang berasa sama.

“kau meremehkanku? Sini! Aku bisa kok meminumnya langsung!” aku langsung merebut obat yang belum kuminum.

“ani.. ani.. aku tahu kau bisa!” seung hyun oppa membiarkanku menang. “tapi untuk kali ini, aku ingin kau langsung menelannya saja.”

“tapi ini membuatku kembung karena minum terus!”

“shim chanmi, mau rumah sakit atau kuburan?”

Jika dia sudah memberi dua pilihan itu, artinya dia akan memaksaku untuk pergi ke psikiater untuk menanganiku. Karena aku sakit pasti karena stress.

***

Author POV

Jiyong terus mondar-mandir di kamar chanmi untuk menghilangkan kegelisahannya karena calon istrinya itu belum pulang sampai sekarang. Besok pagi mereka harus melaksanakan pemberkatan (?) dan pesta pernikahan. Lalu mereka juga harus melaksanakan satu ritual, HONEYMOON!

“pasti ada di seung hyun hyung nih!” jiyong mengambil blackberry-nya dari dalam saku celananya.

Tut..tut..tut..tut..

“hyung..chanmi ada?..m-mianhe. Aku benar tidak sengaja! Sumpah!..bawaan laki-laki..ahh memangnya hanya perempuan yang bisa ngidam? Laki-laki juga!..hyung, kumohon~..ne? umm.. ayahku dan ayahnya adalah teman baik. Dan aku harus selalu menjaganya..ani!! sekarang saja..aku akan jemput..yeah..”

Bip~

Jiyong merebahkan dirinya di atas kasur empuk chanmi. Ia tersenyum puas karena bisa melihat calon pengantinnya nanti.

Sebenarnya jiyong melakukan ini bukan semena-mena karena egonya. Tapi ada sesuatu yang harus diketahui chanmi.

Jiyong sangat mencintai chanmi, tapi tidak dengan chanmi. Ia sangat mencintai seung hyun karena seung hyun memberikan hampir semua perhatiannya pada gadis itu.

“chanmi-ah,” gumam jiyong sambil memejamkan matanya. “seung hyun itu tidak boleh kau cintai! Ayahmu menyimpan dendam besar padanya!”

***

TBC

Kalo ada yang ga suka sama ceritanya karna ga hot nc-nya, ato kasar kata-katanya, bilang ya^^

Saya ga bakal post lanjutannya lagi.. hehe..

Gomawo bagi yang udah baca ^^

About crazync

this is free account for kpop ff nc

Posted on July 21, 2011, in Chapter, NC17+, Romantic and tagged , , . Bookmark the permalink. 42 Comments.

  1. ya ampun ji young jahat bnr disini…..heheehe

  2. GD oppa T__T
    saya suka GD… tapi kalo GD nya gini mending ma seungri aja dah xD
    haha ffnya T.O.P G-Dragon dah (??????) lanjutttt

  3. ada dendam apa y ayah chanmi ma seung hyun???? penasaran…… thor cepet lanjuttttttttt

  4. CHLionRagbaby (ndaaisuke)

    YA! KWON JI YOUNG! teganya dirimu merebut chanmi dari hyung mu! *halah*
    jarang bgt nih nemu ff nc big bang.. aaaaaa aku suka.. sbnernya appanya chanmi kenapa bnci apa T.O.P sih??

  5. aigo JI Young suka maen kasar nehh,, ckckckck~~ wahhh ceritanya bakal seru nehh,, ayo lanjut😉

  6. heee???? uri leader kok jahat disini??

    aaaa cepetan lanjut thor. . .penasaran saya!!

  7. Ya jiyong ga boleh egois gtu dong,walaupun sbntr lgi nikah ttp aja chanmi ga cinta…
    sy lbih snang klo sm seung hyun,yg punya mslh kn ayhx,tpi ankx sling cinta jdi ga mslh….

  8. abang GD ga nyangka bisa nafsu juga hahaha

  9. mana nc ny? Och my T.O.P tmben dri mu tdk menjadi evil, uic c kecil GD nga menyangka imut2 mesum jga, & evil ya, hehe…

  10. Jiyong parah nih,
    wah apa ya dendamnya??

  11. penasaran…

    kok pake tbc??

    lnjt thor lnjt

  12. wow, ceritanya…beda!
    kayanya bakal jadi cerita fav ku ini🙂

  13. ya ampun bruntung amat ni cwe,d dketn ama abang2 gue yg ganten -___-
    tp berhubung gw lb sk G.D lu ama G.D aja y
    *vis bang T.O.P

  14. ommo daebak buad cerita suka ni sm jalan critanya tapi nanti kalo publish next chapnya jgn lama ya nanti keburu lupa

  15. Ini ff bagus thor!!!!!! Tp kayanya ga ad nc #plak lanjut thor

  16. lanjut..lanjut
    penasaran sbnrna ada dendam apah??
    Nc’na kurg hot..hehe

  17. wah,,,lnjutin chingu,,
    Daebak! !!

  18. Bukannya chingu *nunjuk author* lagi suka boyfriend ternyata masih sempet bikin ff BigBang kekeke~

  19. wahh..akhr’y ad ff bru lg..mkin pnsran nih sm crta’y sbnr’y ad dendam apa sih..
    Lnjt thorr..

  20. wahh..akhr’y ad ff bru lg..mkin pnsran nih sm crta’y sbnr’y ad dendam apa sih..
    Lnjt dah thorr..😀

  21. tes..tes..
    Ehmm..tnggalin jejak dlu..

  22. tes..tes..
    Ehmm..tnggalin jejak dlu..😀

  23. hoahhh..akhr’y ad jg ff bru..crta’y seru lg..mkin pnsran sm dendam’y..

  24. huaaaa..
    jadi seunghyun g tw klo chanmi mw nikah sama jiyong ??
    trus ntar pas hari pernikahan seunghyun oppa gimna??

  25. Jiyoung jht bgd seh

  26. lansung ke part 2😛

  27. part 1 nya udah penuh kejahatan dri jiyoung,gmn part 2 nya
    haha

  28. Heem… Gak bisa commnt… Bingung mw ngmmng apa…
    Tp aku suka ffnya saeng…

  29. akhirnya bisa buka juga, emang dasar tulalit buka wp aja lemot hehehe

    Btw, itu appanya chang mi kenapa sih kyanya ga suka ya ma seung..?

    btw, jiyong kenapa jadi mesum begitu sih..tidakkkk

  30. Huaaa,,
    jiyong oppa,
    sbr oppa nikah dlu..hahaha
    emang appanya chanmi punya dendam apa ama GD ???
    Jd penasaran…@Kim_Dony
    Lanjuddd

  31. Waaaa daebaakk,,,ff”a seruuuu ^o^

  32. Daebak >w<

  33. huaa..
    jadi penasaran nih..,,
    maksudnya jiyoung tentang chanmi harus tau rahasia itu apa, ya ???

  34. Mianhe ru bisa baca skarang…
    Ru punya hp yg bsa ol..
    Ffnya bgus bnget thorrr …
    Daebak…

  35. Seruuuuuu~ oke lanjut part 2 dulu!

  36. sueeerrr kerrreeennn bannggeeeeetttt😄
    Sampe ga tau harus ngomong apa lagi😄

  37. GD-nya jahatt!!!!

    salam kenal ya, thor!

  38. dendam apa nih? wahhh seru!!

  39. Waaaah yg jahat nie sbnernya si GD apa TOP??? Koq pke acra dendam”an gitu appanya chanmi ma top???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: