~ Sweet or … Love – Part 2 ~

Title:

Sweet or … Love – Part 2

Author:

♫Rei21-nie♥YunSiHan♥

Cast:

Choi Si Won, Kim Yun Hee ‘n Lee Hyuk Jae (Eun Hyuk)

Genre:

Romance, PG17+/NC17+ (warning, no warning under 17)

Attention:

Author still has not experienced in these matters. So do not be so negative why the author could write this. Many roads can make it without having to practice it directly. If you want to criticize, just do it in my FB.

No Bashing ‘n Plagiat *If you want Copas this FF, take full credit*

Don’t forget to RCL it..

A/N:

Mian ya lama post… *lagi sibuk kuliah*

Hehehehe…

Sebelumnya author cuman mau bilang, FF ini author buat gara” inget film Fated o Love You *tapi ceritanya beda jauh, sama beberapa film yang lupa judul’nya tapi agak mirip doank kok  jalan ceritanya, paling cuman ambil ide’nya dikit doank*.  Trus Part ini pasti membosankan dan NC cuma ada di awal. Seterusnya sih masih cerita gitu, coz Part ini lebih ke tanda tanya deh. Wkwkwkwkwk…

Jadi yang mau baca Happy Reading, yang gak mau juga gpp kok.

Mian kalo banyak salah typo ma gak seru… TT_TT

Yang baca , baca full habis ya. Jangan setengah”… Kalo ada yang mau ditanya. Tanya aja, di FB lebih baik habis buar Reply di Blog baru bisa kalo OL di PC. Berhubung author lebih sering OL di HP jadi Via FB aja ya. ^_^ Mian juga author gak pernah balas comment reader, habis kalo di bales kan lebih enak di Reply, nah ini author OL HP. Jadi pasti ribet. Tapi setiap comment reader selalu author update kok *kan banyak nih yang minta NC di Ruang Osis. Part ini ada *emank NC cmn di situ* tapi mian banget ya gak seperti biasa *rada gak enak juga*

Sebisa mungkin yang diminta reader, author kabulin. Tapi tergantung jg sih. Hehehehe…

Udah deh panjang amat curhat’nya… Ntar aja kalau ada yang comment atau tanya” baru curhat lagi. Kekekeke…

NB:

Nongol lagi…

😄

Lupa mau bilang sesuatu. Saengil chukkae buat Eun hyuk oppa ya…

Nih selingkuhan author nih *LOL*  #abaikan

~ Happy Reading all….

~Yun Hee POV …

“Yun Hee-ah…” panggil appa saat melihat aku turun tangga.

“Nde~ Waeyo?” tanyaku.

“Duduklah di sini dulu.” Ujar appa.

Aku pun mendekat menuju ruang makan dan duduk di salah satu kursi. Tak lama eomma datang membawakan segelas susu. Sedikit kuteguk susu yang diberikan eomma, sedangkan sarapan tidak kusentuh sama sekali. Entah mengapa beberapa hari ini aku tidak ada nafsu makan.

“Appa waeyo?” tanyaku lagi pada appa.

“Setelah lulus sekolah ini, appa ingin kamu untuk melanjutkan kuliah sambil bekerja di perusahaan teman appa yang ada di Jepang.”

“MWO!!! Tapi appa, aku kan sudah mendaftar di Inha.” Seruku tidak menyetujui keputusan appa.

“Apa bedanya itu? Pokoknya pikirkan itu dan beritahu appa kapan akan berangkat, jika tidak nanti appa yang memutuskan kapan kau akan berangkat.”

===============================================================

~ At School…

“Chagi… kenapa sejak tadi kau diam saja? Apa kau sedang sakit?” tanya Si Won yang melihatku yang diam sejak tadi sambil memelukku dari belakang.

“Eh…aniya oppa. Gwenchanayo…” jawabku yang agak terkejut.

“Apa kau yakin?” tanyanya lagi.

“Ne~”

Perlahan Si Won oppa menciumi leherku dan dia mempererat pelukannya.

“Yaa~ oppa ini masih jam sekolah.” Tolakku karena memang ini masih jam sekolah dan bisa saja jika ada murid yang masuk ke Ruang Osis ini.

“Kemarin karena banyak pekerjaan kita tidak sempat kan!” ujar Si Won oppa dengan perlahan menyusupkan tangannya ke dalam blazer yang kupakai.

“Sssh.. tapi kan bisa nanti oppa aah…”

“Nanti aku harus pergi karena ada urusan, jadi kemungkinan kita tidak bisa pulang bersama.”

“Bilang saja kalau nanti kita gak bisa pulang bareng. Lalu sekarang oppa berusaha agar aku gak ngambek.” Omelku.

“Sst… Just give me ten minutes to do it.” Ujar Si Won oppa.

“Tapi oppa…”

“Aku jamin tidak akan ada yang datang selama sepuluh menit ini.”

Tiba-tiba kurasakan hawa hangat dari tengkukku. Si Won oppa menciumi bagian belakang leherku. Aku yang belum membalas ucapannya hanya bisa pasrah. Keadaaan di Ruang Osis saat ini sangat sepi, sehingga mungkin hal ini membuat hasratnya muncul. Si Won oppa terus menciumi leherku dari belakang dan akhirnya dibalikkan tubuhku hingga kami saling berhadapan. Tak tinggal diam Si Won oppa kembali melanjutkan ciumannya di bibirku. Dilumatnya bibirku, kubuka mulutku dan lidah kami pun beradu dengan panas.

~Yun Hee POV End~

 

~ Si Won POV…

Perlahan Yun Hee membalas ciumanku, semakin kuperdalam juga ciumanku. Entah kenapa hari ini aku begitu menginginkannya, ingin kurasakan kehangatan tubuhnya, suara desahannya yang merdu. Hatiku seakan berkata jika Yun Hee akan pergi dari sisiku, namun segera kutepis bayangan yang tidak mengenakkan itu.

“Ssshh.. oppa…”

“Wae chagi?” tanyaku.

“Oppa bilang sepuluh menit kan, kalau begitu cepat masukkan.” ujar Yun Hee terlihat sekali kalau dia yang sudah tidak sabar.

“Kenapa jadi kau yang semangat chagi?” godaku sambil membawanya mendekati meja.

“Aigoo oppaaaahhhh…palliwa…” ujar Yun Hee sambil tangannya mulai membuka seragam yang kukenakan.

“Chagiya… pelankan suaramu dan jangan terburu-buru. Pasti tepat sepuluh menit, tidak akan kurang dan lebih.” ucapku yang juga perlahan membuka blazer dan seragam yang dikenakannya.

“Sssshhh.. jinjja-yo oppa…?” tanyanya sambil mendesah.

“Apa mau kumasukkan sekarang chagi?” tanyaku.

“Ehhmm… ppalli… oppa…ssshh…” desah Yun Hee.

Perlahan Yun Hee membuka celana yang kukenakan. *nih bahasa kok kacau ya, maklum ya reader lagi disibukkin ma tugas kampus juga nih + lappy lagi error, tanda2 mau rusak nih*

~ Si Won POV End ~

~ Yun Hee POV…

Perlahan kuturunkan resleting celana Si Won oppa, kusentuh juniornya yang masih tertutup. Bisa kurasakan juniornya yang sudah menegang. Tanpa membuang waktu lagi, Si Won oppa langsung saja menarik pakaian dalam yang kukenakan. Dan langsung saja dimasukkan juniornya ke dalam Miss V-ku.

“Arrggghh… ooh… sshhh….aaahhh…” rintihku saat tiba-tiba junior Si Won oppa memasuki Miss V-ku.

“Apa sakit chagi? Apa mau diheentikan?” tanya Si Won oppa.

“Aaah.. gwencahanayo… oppa.aahh… ahh.. aaah…aaaahh… ssshhh…. tttee..rrruuusss..kan… oppaa aaah… palli…” Yun Hee terus saja mendesah.

Mendengar permintaanku Si Won oppa lamgsung mempercepat gerakan mengeluar masukkan juniorku ke dalam Miss V-nya.

“Aaah.. aahh.. aaakhh…”

“Oopppaaa…aaahh… teerruuusss…!!!”

“Oppaaa.. aku ssuu…dah.. ttidak t-tah..haann… eeeuuhh…ssshhh”

“Kita.. keluarkan ber.. bersama, chagi…”

Tak lama kemudian kami berdua  pun mencapai klimaks. Kurasakan cairan hangat memasuki rahimku.

“Aaah~” desahku saat Si Won oppa melepas juniornya.

“Tepat sepuluh menit kan.” ujar Si Won oppa yang sedang memelukku dan memperlihatkan stopwatch yang entah sejak kapan dipegangnya.

Terlihat di sana angka 10:00, benar-benar sepuluh menit tepat.

“Haaa…haaa…haaa… oppa kau benar-benar nakal sekarang.” ujarku.

“Itu semua karena kamu, chagi. Selamanya kau selalu di sisiku, menjadi Mrs. Choi dan melahirkan anak-anak untukku.” sahut Si Won oppa.

“Ne~ aku akan selalu di sisimu oppa dan menjadi istri bahkan umma untuk anak kita.” jawabku dan tiba-tiba saja aku teringat perkataan appa pagi tadi.

“Apa aku bisa selalu di sampingmu, oppa? Nanti aku akan membicarakan hal ini pada appa  sekali lagi. Tapi apa keputusan appa bisa kuubah?” tanyaku khawatir dalam hati.

“Chagi, mianhae ya nanti aku tidak dapat mengantarmu pulang.” ucap Si Won oppa memecah pikiranku.

“Gwenchanayo oppa…” sahutku memperat pelukannya.

“Tok…tok…tok…” terdengar ketukan  pintu dari depan.

Segera saja kurapikan pakaianku dan juga Si Won oppa. Setelah rapi, kubukakan pintu dan melihat siapa yang datang.

“Kenapa pakai dikunci sih?” tanya seorang namja yang merupakan Wakil Osis.

“Hehehe… Mianhae…  tadi kita sedang berdiskusi mengenai acara untuk kelulusan nanti. Jadi biar jadi kejutan untuk anak-anak kita kunci biar fans-fans yang di depan tidak mencuri dengar.” jelasku.

“Ne~ arasseo…” sahutnya.

Aku pun menoleh ke arah Si Won oppa, topeng dinginnya telah terpasang kembali. Namun sesaat Si Won oppa menatapku dan tersenyum kecil sambil menunjukkan stopwatch tadi.

“Tepat sepuluh menit.” ujarku tersenyum kecil saat melihat stopwatch dan mengingat apa yang baru saja kami lakukan.

~ Yun Hee POV End ~

===============================================================

~Author POV…

~ Empat tahun kemudian, Japan…

“Umma…” terdengar suara teriakan dari mulut seorang anak kecil yang berumur tiga tahunan.

“Shi Yun-ah…” sahut yeoja itu.

Anak yang bernama Shi Yun itu segera berlari menghampiri seorang yeoja yang dipanggilnya umma itu.

“Bagaimana sekolahmu hari ini?” tanya yeoja itu.

“Tadi Shi Yun dapat banyak bintang, umma.” jawab Shi Yun.

“Wah… kalau begitu ayo kita jalan-jalan dan umma akan belikan Shi Yun ice cream.” ujar yeoja itu.

“Yeey… Ice cream.. Kajja umma!” seru Shi Yun sambil menarik tangan yeoja itu untuk segera pergi.

“Ne~ ne~ Aigoo … anak umma ini sudah gak sabar ternyata.” sahut yeoja itu sambil mengikuti tarikan Shi Yun.

Tak lama mereka pun sampai di sebuah mall. *keliatan banget author udah males ngetik*

“Shi Yun-ah… kita makan dulu ya.” ujar yeoja itu.

“Ice cream…” celoteh Shi Yun sambil memajukan bibirnya.

“Nanti ya sayang, kita makan dulu. Arra???” sahut yeoja itu.

“Ne~ Tapi Shi Yun mau makan waffle.” ujar Shi Yun.

“Aigoo..Waffle lagi!” seru yeoja itu.

Shi Yun pun menganggukkan kepalanya mantap.

“Ne~ baiklah kalau begitu.” ucap yeoja itu menyerah dengan keinginan ankanya.

“Yee… waffle… waffle…” girang Si Hyun.

Di sebuah Restoran Shi Yun dan umma’nya pun makan bersama, dengan diisi celotehan-celotehan kecil Shi Yun. Saat sedang menunggu ummanya  membayar, pandangan Shi Yun tertuju pada sebuah toko mainan. Tanpa ijin Shi Yun pun berjalan mendekati toko mainan itu. Dilihatnya mainan itu, saat akan meminta ummanya untuk membeli. Shi Yun melihat ke segala penjuru dan tidak menemukan ummanya. Segera Shi Yun keluar dengan mata berkaca-kaca mencari ummanya.

Tidak juga menemukan ummanya, Shi Yun menangis lebih keras dalam seketika, tanpa sengaja ada seorang namja yang melihat Shi Yun sedang menangis seorang diri lalu menghampirinya.

“Jagoan kenapa menangis?” tanya namja itu.

Shi Yun pun mengangkat kepalanya memandang orang yang sedang mengelus kepalanya itu.

“Shi Yun terpisah sama umma.” isak Shi Yun sambil memeluk tubuh namja itu.

Namja itu lalu menggendong Shi Yun dan bertanya, “Jadi namamu Shi Yun! Shi Yun kenapa bisa terpisah dengan umma’mu?”

“Tadi Shi Yun pergi lihat mainan saat umma sedang membayar.” cerita Si Hyun.

“Kalau begitu kita cari umma Shi Yun bersama ya.” ujar namja itu.

Shi Yun yang mendengar itu langsung tersenyum memperlihatkan lesung pipi’nya yang tidak terlalu terlihat saat mendengar namja itu akan membantunya mencari umma’nya. Diajaknya Shi Yun berkeliling sekitar mall itu.

“Ahjussi… Ice cream…” seru Shi Yun saat melihat Toko Ice Cream *?Anggep aja kayak Basik Robins, HagenDazz gt ya*.

“Shi Yun mau ice cream?” tanya namja itu.

Shi Yun pun segera mengangguk, lalu namja itu membawa Shi Yun ke toko tersebut.

“Shi Yun mau rasa  apa? Strawberry? Chocolate? Vanila? Mint? Tea? Taro?” tanya namja itu.

“Sirrheo… Shi Yun gak suka rasa strawberry. Shi Yun mau yang Chocolate dan Vanila.” Ujar Shi Yun.

“Hahaha… Kau benci rasa strawberry ya. Kenapa mirip dengan ahjussi dan orang yang ahjussi kenal ya? ChocoOreo dan VanilaChip’nya.” Ujar namja itu.

“Umma juga gak suka sama  strawberry.” Sahut Shi Yun.

“Oh ya siapa nama umma Shi Yun? Ahjussi lupa bertanya tadi.” tanya namja itu.

“Umma Shi Yun itu Kim…”

“Shi Yun-ah…” panggil seseorang.

Belum sempat Shi Yun melanjutkan ucapannya ada seseorang yang memanggil nama Shi Yun. Shi Yun dan namja yang menggendong Shi Yun itu menoleh ke asal suara.

“Hyukkie appa…” seru Shi Yun saat melihat seorang namja berlari ke arahya.

“Siapa yang bersamamu ini? Mana umma’mu?” tanya Eun Hyuk.

“Jwesonghamnida… Tadi aku menemukan Shi Yun menangis karena terpisah dengan umma’nya. Apa anda kenal dengan anak ini?” tanya namja itu.

“Ne~ dia anakku.” Jawab Eun Hyuk.

Namja itu pun menaikkan sebelah alis’nya dan berkata, “Anak?”

“Ah…” seru namja itu mengerti.

“Nah… Shi Yun-ah kemari.” ujar Eun Hyuk ingin menggendong Shi Yun.

“Sirrheo…” seru Shi Yun menolak Eun Hyuk.

“Eh… kenapa tumben Shi Yun tidak mau sama appa?” tanya Eun Hyuk.

“Shi Yun mau sama ahjussi ini.” Ujar Shi Yun memeluk leher namja itu.

“Wah… tumben sekali Shi Yun mau akrab dengan orang asing, biasa pasti jaga jarak. Mianhae sudah merepotkan anda.” Sahut Eun Hyuk.

“Ani… gwenchanayo…” sahut namja itu.

“Permisi tuan.. Ini Ice Cream anda.” Ujar seorang pelayan membawakan pesanan ice cream namja itu.

“Kamsahamnida…” sahut namja itu mengambil ice cream itu.

Nah Shi Yun ini ice cream’nya.“ ucap namja itu memberikan ice cream itu pada Shi Yun.

“Yeey… ice cream…” seru Shi Yun girang.

“Mwo… Shi Yun-ah… jika umma’mu tahu kau makan ice cream nanti dimarahi.” ujar Eun Hyuk mengambil ice cream yang dipegang Shi Yun.

“Biarkan saja dia makan ice cream, sesekali pasti tidak masalah kan.” ucap namja itu yang kasihan pada Shi Yun yang mulai berkaca-kaca.

“Hahaha… Mianhae… Aku hanya memancing anak ini untuk ikut dneganku. Kalau tidak bisa-bisa dia tidak mau lepas dari anda. Aku rasa umma’nya pasti kebingungan mencari anak ini dan anda juga pasti ada urusan lain.” jelas Eun Hyuk.

“Ah ya… aku lupa kalau ada rapat sebentar lagi.” sahut namja itu.

“Nah Shi Yun mau ice cream?” tanya Eun Hyuk.

Shi Yun pun menganggukkkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca.

“Kalau begitu ayo kemari dengan appa.” seru Eun Hyuk merentangkan tangannya untuk menggendong Shi Yun.

Shi Yun pun menurut dan sekaarang berada di gendongan Eun Hyuk.

“Kalau begitu saya permisi lebih dulu ya.” pamit namja itu.

“Ah… Baiklah… Mianhae sudah merepotkan dan kamsahamnida sudah membelikan Shi Yun ice cream.” sahut Eun Hyuk.

“Ne~ Gwenchanayo…” ujar namja itu.

“Shi Yun-ah… annyeong… sampai jumpa lagi.” pamoit namja itu pada Shi Yun.

“Ahjussi annyong.. nanti main lagi dengan Shi Yun ya.” celoteh Shi Yun yang sudah belepotan dengan ice cream.

“Ne~ Kalau begitu saya permisi dulu. Annyeong haseyo…” pamit namja itu lalu berlalu.

Eun Hyuk menganggukkan kepalanya.

“Ah ya… siapa nama anda…” seru Eun Hyuk.

Namun sayang sepertinya namja itu tidak mendengar pertanyaan Eun Hyuk.

“Haa… Pabo sekali aku lupa menanyakan nama’nya.” batin Eun Hyuk.

“Shi Yun-ah…” panggil seorang yeoja tiba-tiba.

“Umma…” sahut Shi Yun saat melihat orang yang memanggil’nya.

“Shi Yun ke mana saja tadi? Shi Yun buat umma cemas aja. Tapi kenapa Shi Yun bisa bersamamu Eun Hyuk-ah?” tanya umma Shi Yun.

“Tadi ada dari jauh aku melihat anak yang sedang digendong seseorang, karena sangat mirip dengan Shi Yun lalu kupanggil. Dan ternyata benar anak itu Shi Yun, kata orang yang menemukannya tadi Shi Yun sedang menangis karena terpisah dengamu Yun Hee-ah.” jelas Eun Hyuk.

“Lalu mana orang yang menemukan Shi Yun?” tanya umma Shi Yun yang ternyata adalah Yun Hee.

“Baru saja pergi, aku lupa menanyakan namanya tadi. Namja yang memakai jas hitam itu yang tadi menolong Shi Yun.” ujar Eun Hyuk menunjuk ke arah namja itu pergi.

Yun Hee melihat ke arah yang ditunjuk oleh Eun Hyuk, terlihat jauh di sana namja tadi dari belakang.

“Kenapa sepertinya aku mengenal namja itu, meski hanya dari belakang saja. Postur tubuh itu mirip dengan seseorang.” batin Yun Hee saat melihat namja itu dari kejauhan.

“Apa kau mau mengejarnya?” tanya Eun Hyuk.

“Aniya…sudah jauh sekali dia pergi. Mungkin jika nanti bertemu lagi aku bisa mengucapkan terima kasih.” ujar Yun Hee.

===============================================================

~ Di sisi lain…

“Kenapa saat melihat Shi Yun aku merasa tidak asing dan tiba-tiba ada semacam perasaan yang aneh.” batin namja yang menolong Shi Yun tadi.

Tiba-tiba HP namja itu berbunyi.

“Apa kau sudah menemukannya?” tanya namja itu saat mengangkat  telpon.

“Mianhae sajangnim, sampai saat ini saya masih belum menemukan keberadaannya.” sahut orang yang menelpon itu.

“Selama empat tahun ini apa yang kalian kerjakan? Mencari satu orang saja tidak becus.” seru namja itu.

“Saya sudah berusaha menyuruh orang untuk mencari ke seluruh penjuru, tapi masih belum ada hasil” sahut orang itu.

“Hubungi aku jika sudah menemukannya!” seru namja itu.

“Ye~ sajangnim…” ujar orang itu.

Namja itu lalu menutup teleponnya dan memandang walpaper HP’nya itu. Terlihat seorang yeoja yang sedang tersenyum sambil memegang kue tart.

“Ke mana kau selama empat tahun ini? Kenapa tiba-tiba kau menghilang begitu saja?” ucap namja itu dengan tatapan sendu.

“Si Won-sajangnim…” seru seseorang memanggil namja itu yang ternyata adalah Si Won.

“Ah… Manajer Park.” sahut Si Won.

“Ke mana saja sajangnim pergi? Daritadi saya mencari anda, rapat sebentar lagi akan dimulai.” ujar Manajer Park.

“Aku hanya berkeliling melihat-lihat situasi di sini saja. Kalau begitu kajja kita segera mulai rapatnya.” sahut Si Won.

“Tapi sajangnim, desainer untuk gedung baru tidak dapat hadir karena ada urusan. Jadi besok mereka akan menghadap langsung ke anda.” ujar Manajer Park sambil.

“Kenapa hal itu bisa terjadi, di mana keprofesionalan mereka? Hubungi mereka saat ini dan katakan untuk menemuiku hari ini, jika tidak kita akan memutuskan kontrak dan mencari desainer yang lain.” ujar Si Won mutlak.

“Eh… Ye~ sajangnim…” sahut Manajer Park dan segera menghubungi seseorang.

“Kombawa Miss Kim…”

“Ini saya Manajer Park…”

“Begini saya ingin menyampaikan mandat dari Presdir. Beliau ingin anda menemuinya hari ini juga.”

“Mwo… Sebentar biar kutanyakan pada Presdir.”

“Sajangnim… mereka tidak bisa hari ini, karena salah satu asistennya sedang sakit saat ini.” ujar Manajer Park pada Si Won.

“Aku tidak mau tahu, memang dia tidak bisa jika tanpa asistennya! Sampaikan padanya jika tidak bisa ke kantor, dia bisa ke rumahku dan kutunggu hingga pukul 7 malam.” seru Si Won lalu langsung pergi begitu saja.

“Tapi sajangnim…” seru Manajer Park.

Mengetahui ucapan atasannya itu telah mutlak, akhirnya Manajer Park kembali berbicara kepada orang yang ditelponnya.

“Miss Kim pasti anda sudah mendengar apa yang diucapkan Presdir. Mianhae saya tidak bisa banyak membantu. Aku harap anda  dapat menemui beliau di rumahnya sebelum jam 7 malam nanti. Alamtnya sebentar lagi akan kuberitahu. Arigatou gosaimasu…” ujar Manajer Park lalu menutup telponnya.

===============================================================

~ Di mobil…

“Aish… kenapa seenaknya begitu sih!” umpat Yun Hee.

“Waeyo?” tanya Eun Hyuk yang saat itu sedang menyetir.

“Sore nanti aku akan menemui klien, jadi tolong malam ini kau tetap di rumahku ya untuk menjaga Shi Yun ya.” ucap Yun Hee.

“Hmm… Boleh saja, tapi hari ini aku ada kencan kecuali kau memiliki imbalan untukku biar nanti kupikirkan!” ujar Eun Hyuk iseng.

“Ck… jika tidak mau, Shi Yun bisa kutitipkan atau kubawa saja nanti.” ujar Yun Hee.

“Yaa~ begitu saja ngambek. Ne~ nanti Shi Yun biar aku jaga.” ucap Eun Hyuk.

“B.A.K.A.” eja Yun Hee langsung saja turun dari mobil Eun Hyuk sambil menggendong Shi Yun yang sudah terlelap, karena telah sampai di rumahnya.

“Yaa~ Yun Hee-ah…” seru Eun Hyuk buru-buru turun dan menyusul Yun Hee masuk ke rumahnya.

Masuk dalam rumah, Yun Hee menidurkan Shi Yun di kamarnya.

“Kenapa anda masih di sini Lee Hyuk Jae-ssi.” ujar Yun Hee sinis.

“Aku di sini untuk menjaga Shi Yun.” sahut Eun Hyuk.

“Tidak perlu! Biar nanti Shi Yun kubawa, jadi jadwal kencanmu tidak akan terganggu. Sekarang lebih baik anda pulang dan silahkan bersiap-siap untuk acara anda. Sudah tau kan di mana pintunya.” ujar Yun Hee berlalu ke dapur.

“Oh ya satu lagi, mulai sekarang anda juga tidak usah repot untuk bermain dengan Shi Yun. Terima kasih untuk semuanya dan tumpangannya! Selamat jalan Mr. Playboy…” seru Yun Hee lagi.

“Yaa~ Jangan ngambek begitu donk. Tadi aku hanya bercanda dan jangan memanggilku dengan formal apalagi menyebutku playboy.” sahut Eun Hyuk.

“Aku tidak nagmbek dan memang kenyataan kalau kau Playboy kan. Apa kau lupa dengan kejadian dulu sewaktu di saat kuliah?” tanya Yun Hee.

“Kau kan tahu kalau aku sudah berubah, aku bukan Lee Hyuk Jae yang Playboy seperti dulu. Sekarang aku adalah Lee Hyuk Jae yang setia menunggu jawaban dari seorang yeoja selama empat tahun ini.” seru Eun Hyuk yang mencengkram tangan Yun Hee.

“Ah…Appo Hyuk-ah…” seru Yun Hee.

“Jebal… Kapan kau akan menjawab perasaanku ini. Empat tahun sudah cukup lama untuk aku menunggu dan empat tahun sudah lebih dari cukup untuk kau melupakan namja itu. Sampai kapan kau terus seperti ini? Shi Yun juga memerlukan sosok seorang appa. Apa kau ingin Shi Yun tidak memiliki gambaran dan kasih sayang seorang appa? Apa kau pikir cukup dengan kasih sayangmu itu? Sekarang memang dia memanggilku appa karena sejak kecil dia dekat denganku, tapi jika nanti dia dewasa pasti dia akan bertanya siapa appa kandungnya. Jadi lebih baik aku dan kau memiliki status agar tidak ada kejadian yang tiddak diinginkan.” seru Eun Hyuk.

“Tapi aku tidak pantas untukmu Hyuk-ah… Kau tahu kan aku siapa dan bagaimana kondisiku? Shi Yun juga bukan…” elak Yun Hee.

“Pantas tidak pantas, aku sudah menetapkan hatiku hanya untukmu. Aku menerimamu apa adanya dan juga Shi yun sudah kuanggap sebagai anak kandungku sendiri. Kini semua tergantung padamu Yun Hee-ah..” ucap Eun Hyuk.

“Aku…”

Belum selesai Yun Hee berbicara, tanpa pikir panjang Eun Hyuk mencium bibir Yun Hee. Meski terkejut Yun Hee masih sadar jika itu semua salah, dia pun berusaha untuk melepas  ciuman Eun Hyuk. Di dorongnya tubuh Eun Hyuk agar menjauhinya, namun Eun Hyuk menahan tangan Yun Hee dan terus mencium bibir Yun Hee.

~ Author POV End ~

 

~ Eun Hyuk POV…

Entah setan darimana yang merasuki diriku, dengan nekad kucium bibir Yun hee. Tentu saja Yun Hee menolaknya, namun tanganku ini langsung saja menahan tangannya yang berusaha untuk mendorongku untuk menjauhinya. Kulumat bibirnya itu, tidak mendapat respon kugigit bibir bawahnya dan langsung saja tidak kusia-siakan kesempatan itu. Langsung saja kumasukkan lidahku dan kujelajahi setiap ruang di mulutnya. Aku pun melakukan French Kiss dengan Yun Hee walau Yun Hee masih belum membalas ciumanku ini.

“Mmm..ssh…aaah…”

Tak lama kudengar desahan dari mulut Yun Hee, sepertinya dia mulai terangsang itu yang kupikirkan. Lalu entah apa yang ada dalam pikiranku, kulepaskan peganganku terhadap tangannya dan tanganku mulai naik ke atas dan meremas payudara Yun Hee dari luar.

“Aassshhh…” desahnya lagi.

Mendengar desahannya itu, aku semakin memberanikan diriku. Semakin kuperdalam ciumanku yang sudah mulai dibalas oleh Yun Hee sambil meremas payudaranya.

“Umma…” tiba-tiba saja terdengar suara Shi yun.

Sontak Yun Hee kembali tersadar dan menggunakan kesempatan itu untuk mendorong tubuhku.

“Apa yang umma lakukan sama Hyukkie appa?” tanya Shi Yun yang ternyata melihat ciuman panasku tadi dengan Yun Hee.

“A..aniyo… Shi Yun sudah bangun ternyata…” ujar Yun Hee agak gugup.

“Gotjimal…umma kan tadi kisseu sama Hyukkie appa. Shi Yun juga mau umma kisseu…” protes Shi Yun.

Sontak aku terkejut karena ternyata Shi Yun melihatku sedang berciuman dengan Yun Hee, sekilas kulihat wajah Yun Hee memerah. Segera Yun Hee menghampiri Shi Yun dan menggendongnya.

“Aigoo… anak umma juga mau.” seru Yun Hee sambil menggendong Shi Yun.

“Kenapa tadi umma kisseu Hyukkie appa?” tanya Shi Yun.

“Eh… I..itu… tadi.. Hyukkie ahjussi bilang kalau sayang umma, makanya Hyukkie ahjussi mencium umma.” jelas Yun hee.

“Kalau begitu Shi Yun juga sayang sama umma. Chu…” setelah mengucapkan itu Shi Yun langsung mencium Yun Hee.

“Uma juga sayang Shi Yun. Chu…” balas Yun Hee.

Aku hanya tersenyum melihat kejadian di depanku ini. Sontak Yun Hee memandang ke arahku dan memberikanku Death Glare, seakan-akan dia berbicara “Awas kau nanti”. Aku pun hanya bersikap cuek dan mendekati Yun Hee dan Shi Yun.

“Kemari Shi Yun-ah main sama appa.” ajakku yang mengambil Shi Yun dari gendongan Yun Hee.

“Jangan mengajari Shi Yun untuk memanggilmu appa terus.” ujar Yun Hee.

Saat Shi Yun sudah berada dalam gendonganku, aku pun beranjak ke ruang tamu. Namun sebelum itu kubisikkan sesuatu pada Yun Hee.

“Shi Yun akan tetap memanggilku appa. Aku akan tetap menunggumu, kejadian tadi sudah memberikanku harapan dan aku yakin Shi yun akan benar-benar selamanya memanggilku appa.” bisikku lalu berjalan menuju ruang tamu.

Yun Hee hanya bengong mendengar ucapanku itu. Lalu kubalikkan tubuhku lagi dan berkata, “Bibirmu manis sekali, sweety. Sayang sekali acara kita terganggu, kapan-kapan kita lanjutkan lagi dan berikan Shi Yun adik.” sambil mengedipkan sebelah mataku kepada Yun Hee dan segera berjalan ke ruang tamu sebelum Yun Hee melempariku dengan pisau.

“Mati kau Lee Hyuk Jae…” seru Yun Hee saat tersadar dengan wajah yang semakin memerah.

Akupun hanya tertawa mendengar seruannya itu, sedangkan Shi Yun kebingungan melihat aku tertawa.

~ Eun Hyuk POV End ~

 

~ TBC…

 

Kenapa Yun Hee bisa gak sama Si Won ‘n malah ma Eun Hyuk?

Sama udah bisa nebak tuh Shi Yun anak sapa? Siapa orang yang dicari ma Si Won.

 

Kenapa susah banget Si Won nemuin orang yang dicarinya itu.

 

Tapi pasti pada mau tau juga kenapa bisa ada Eun Hyuk ya. Trus nasib Hyuk gimana ntar?

 

Trus ketemu gak Yun Hee ma Si Won?

 

Yun Hee sama sapa end’nya?

 

Pokonya ditunggu aja sampe end  deh, semua kejawab kok.

 

Next Part ada NC’nya kok, kayak’nya gak dikit kayak yang Part ini sih. Tapi gak tau lagi ‘n siapa ya nih yang NC’an?

 

Tunggu aja Part 3’nya ya…

 

Tapi bakal lanjut kalau banyak yang RCL…

 

Kita pokoknya buat perjanjian, banyak yang RCL bakal lanjut. Kalau yang RCL dikit bisa aja sih lanjut, tapi lama baru post. Kalau samp gak ada yang RCL, langsung gak bakal lanjut nih FF. Mian juga ya kalau Part ini udh NC’nya cuman dikit, kebanyakan cerita lagi. Kalau bosenin bilang aja ntar author gak lanjutin deh. Kalau gak suka ma couple ini juga bilang deh, author gak bakal buat FF dengan Cast“ ini.

 

Jujur author bisa buat NC Si Won, Yun Ho ma Han Geng dengan cast yang udah author tahu ‘n tetapin. Buat cast co yang lain author masih liat yang pantes aja di pikiran author buat di bikin NC’nya, tapi mungkin sementara author bakal buat YunRei ma SiYun couple mulu deh. Tapi kalau gak suka pada bilang ya, daripada ntar ngomel, bashing di belakang… Mending author tahu ‘n stop buat FF dari cast itu.

 

Okok…

 

Udah deh suka gak suka mending comment pokoknya…

 

Author gak mau banyak ngomong lagi, nih malah jadi curhat dadakan. XP

 

See ya at Next Part *kalau banyak yang minta lanjut* atau Next FF…

 

^o^

About ♫Rei21-nie♥YunSiHan♥

♫ My nampyeon are ♫ ♥ Yun Ho ♥ ♥ Si Won ♥ ♥ Han Geng ♥

Posted on April 4, 2011, in Chapter, Friendship, NC17+, Romantic and tagged , , . Bookmark the permalink. 33 Comments.

  1. eon, bikin penasaran aja deh,..
    huh huh huh huh *kipas2 kenapanasan
    lanjutin eon!

  2. Waaa kyny yun hee blm lpa nh ma siwon, gt jg sblikny
    Ayo dong author di tunggu lanjutannya
    Jangan lma”

  3. eunhyuk genit ahhhh… (“-_-)

  4. lanni/kim soojin

    wah…ternyata yunhee ngelahirin anak siwon tapi siwon ga tau,lanjut author tapi jng lama” y?hehehehe…..

  5. satu kata : PENASARAN !!

  6. Iih, unyuk bandel yah ! Yun Hee tuh punya dongsaengmu, Siwonnie !

    Ah, Onnie knp mereka berpisah? Dan Shi Yun itu anaknya Siwon kan ? Huaaaa, malangnya nasibmu Yun Hee-ah~ kalo begitu kamu sama unyuk aja deh, aku sama Donghae (?)

    Mianhae, aku gak bisa like onn, gatau kenapa error buka di opera mini. Ini komen jg kehapus terus gatau kenapa. Lanjut yah onnie🙂 Yun Hee sama Siwon ajaa. Mrk udah punya anak kan ?

  7. Kasian eunhyuk lagi asik2 berenti…hahaha
    lanjut thor penasaran berat ending na ama sapa siwon….

  8. ya !
    Penyakit TBC nya kumat dh ! -_-
    Lanjutin d0ng thor !
    Critanya daebak bgt dh !
    Udh g sbar pngn bc , dtnggu kLnjtnny ^^

  9. author jgn lama2 ya lanjutan.a
    gk sabar nih
    rame bgd

  10. joowooners topers

    Aduh,buat penasaran ajah,lanjut-lanjut cepetan thor….aku amsih penasaran banget nieh, heheheheh😀

  11. pkok’y yon hee hrs sm siwon lg..*maksa*..

  12. niita minnizer

    hyaaaa..knp yeon hee tiba2 m.hilang..siwon kan ya yg ktemu ma shi yun..hoho..pasti shi yun tuu anak.x yeon hee ma siwon kan..
    huwa..cepetan next chap.x..
    hmmm..aku suka x yeon hee ma siwon..scra siwon kan cinta matii ma yeon hee n lebih hot klo bercinta o.O

  13. AnggunHyun Baby

    itu anaknya siwooooon…>///<
    Wae?? Wae?? Kenapa mereka pisah??
    Aaaargh.. Saia tak rela..
    Trus designer yg mo ktmu ama siwon itu sii yunhee kan??
    A-Yo.. Part brikutnya NC.. Hahaha

  14. wow., knp sdh bgni crita.a?
    siwon kasian
    kren lanjut ya ^oo^d

  15. Thoor, ga kuat hiatus nih (-̩̩̩-̩̩̩_-̩̩̩-̩̩̩) wkwkwkwk itu hyukkie suka deh perannya!! Jadinya ama hyuk aja ya? Ya ya ya?? Lanjut thooooor

  16. Shi Yun = Siwon-YunHee bener ga? #soktau
    maauu nextt partt nyaa..
    Kunyuk kalo ga ama YunHee ama aku jg ga apa kok o.o #digampar author yukk yuukk di lanjjuudd #digepak

  17. iyaa . itu pertanyaan yang adaa diotakku selama membaca ff ini . author lanjutannya cepet . biar pertanyaan itu tidak terngiang.ngiang di otakku . *apadeh*

  18. Ya kebiasaan ni hp suka error, td dah komen panjang lebar malah g msuk kmnya… Aish
    Pkokny keren thor, lanjut ya?
    Miyan ga kmn bnyk2. Emosi kmn sblmny ga masuk hehe

  19. aduuuhh kasian si siwon,, ahahaha eunhyuk pundung deh acara ‘menyerang’ (?) nya keganggu

  20. aaahhhhh… eunhyuk genit thu….

    pngen bca lanjutannya thor…
    lanjut kan thor…..
    kekekeke

  21. sungguh mati aku jadi penasaran…
    #halah! ngomong apa sih?
    lanjutttt admin ^^

  22. kasian Siwon oppa😦

    Eunyhuk oppa prevert :p *di gampar ELF*

    penasaran lanjutannya …
    di percepat Thor #maksa

  23. huh.. untung cuma ciuman aja…
    tapi yunhee ga bakal jadian ama eunhyuk kan,…???

  24. waaah feeling bakal begitu waktu dirumah siwon deh hahaha

  25. ya ampun…
    kasian siwon sama shi yun, padahal udah ketemu…

    jadi penasaran kelanjutannya…

  26. pnsrn crt selanjutny

  27. Lnjut donk ntar yun hee ma spa ??
    Aduh eunhyuk msa ciumn di dpn ank kcil sih
    gk boleh tw . . .

  28. tenang tenang thor.. kalo aku sii suka sama couple cast di ff yg author bkin.. calm down *plakk*sotoy*
    haduhh wonwon perasaannya peka yahh tau aja sii yunhee mau pergii .. ckck sempet sempetnya ngelakuin ‘itu’ di ruang osis.. ckck
    lahh itu langsung loncat 4tahun aja thor,, haduhh aku kita yunhee bneran ud nikah sma sii hyukk tpii ternyata blumann,, alhamdulillahh *plakk*
    pasti sii shiyun itu anaknya wonwon,, eh ntarnya mereka ga sengaja ketemu garagara mreka itu kerjasama ,, yah kann?? *plakk*sotoyy gila w*
    aigoo penasaran ..

  29. ini udh ada lanjutannya kagak soalnya baru kubaca sekarang TT_____TT hehehehehehe

  30. hadeuhhh lanjut ayo!! part 3! penasaran bgt….
    kasian siwon,, tenang pasti ketemu ntar,,
    jodoh gk akan lari kemana..
    hehehh🙂

  31. duch cnt segitiga nich….
    ko bz tiba2 ada hyuk yach… n apa pnyebab shiwon ma yunhee ptzz… duch bingung…
    tp nich ff krn cozz bnyk tekatekinya…
    jd lanjut donk chingu ffnya…

    cozz pnasaran bgt…..^^

  32. d tggu part k3’y y thorr…
    jd penasaran niii
    moga” tetep ma siwon y akhir’y

  33. author, saya penasaran beraaaat!! mana ini lanjutanyya, huaaah saya pengen cpet2 baca, mana di next part ada NC nya lagi. eh ya FB author ap?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: